XXII

My 22nd year of a great adventure
Recent Tweets @_rzld
Posts I Like

bigbigbigday006:

Appropriate response to everything Peeta Mellark does in the entire series.

(via the-absolute-best-posts)

welcome-to-district-12:

UPDATE: #OLTM  21.08.14

It seems that all these photos are landmarks from around the world, one guess could be a world tour for the premiere of Mockingjay part 1, but it seems like two are from Italy so maybe I am misreading that. Either way, something is coming tomorrow!

mikir. hidup ini banyak mikir.

kita baru lahir, oke, kita mungkin belum perlu mikir.

waktu masih balita, kita udah harus mulai mikir, meskipun kita nggak tau kalo itu mikir. mikir gimana caranya ngomong, gimana caranya jalan, gimana caranya menyampaikan apa yang kita mau ke orang tua kita hanya dengan kosakata yang terbatas.

masuk TK, udah harus lebih banyak mikir. mikir alfabet, mikir warna-warna, mikir bentuk, mikir apa kata orang tua dan bapak ibu guru, dan lain-lain. lulus TK, berhenti sejenak, masuk SD.

masuk SD, mikirnya lebih banyak lagi. matematika, bahasa, sejarah, agama. 5 tahun pertama mikir gimana caranya biar naik kelas. tahun ke-6, mulai mikir gimana caranya biar lulus dengan nilai bagus dan masuk ke SMP yang diinginkan.

masuk SMP, mikirnya lebih banyak dari SD. padahal cuma 3 tahun. pelajaran lebih susah, ekstrakurikuler harus lebih aktif, hubungan sama temen juga harus dijaga, udah mulai nggak boleh kekanak-kanakan lagi. ujung-ujungnya mikir lagi gimana biar lulus dengan nilai bagus, gimana masuk SMA favorit.

masuk SMA, lebih banyak pikiran lagi. udah harus dewasa dan mandiri, mulai mikirin hal-hal selain akademik, hubungan sama guru harus lebih erat, sama temen apalagi. mulai harus mikirin nanti mau kuliah apa, kerja apa, gedenya mau jadi apa. mikir lagi mau kuliah di mana, saingan sama jutaan manusia di indonesia.

masuk kuliah, makin banyak lagi yang dipikirin. kelas-kelas yang meskipun jamnya dikit tapi tugasnya setumpuk, kegiatan nonakademis yang lebih menggoda, isu-isu lingkungan, dunia. udah harus bener-bener dewasa dan mandiri.

dan inilah posisi saya sekarang. tahun terakhir kuliah, mikir mau ngerjain TA apa, dosennya siapa, gimana gimananya. gimana caranya biar lulus memuaskan dan tidak mengecewakan orang tua.

lulus kuliah, mikir lagi. mau lanjut kuliah, apa langsung kerja, apa langsung nikah, apa nganggur aja, apa gimana.

lanjut kuliah, belajar lagi. tambah pinter, gelarnya banyak. tapi ya mikir-mikir juga gimana mempertanggungjawabkan semua itu.

mau langsung kerja, mikir juga sih kerja di mana. mau kerja ini, nggak suka. mau kerja itu, kok kayaknya sayang sama kuliah selama ini. udah dapet kerja juga mikir lagi di tempat kerja harus apa aja.

mau langsung nikah, yakin udah siap? kalo nikah pikiran lebih banyak lagi. rumah lah, kerjaan lah, anak lah. ntar punya anak balik lagi ke nomor 1, nyekolahin anak, dst.

nganggur, kok rasanya eman banget sekolah tinggi-tinggi tapi gak ngapa-ngapain. malah banyak pikiran, ke depannya harus ngapain.

yang jelas sih ujung-ujungnya kita bakal wafat. tapi itu malah dari sekarang mikirnya. nanti di akhirat gimana. jelas lebih ngeri dari semua yang di atas.

.

.

.

tiba-tiba baru mikir, ngapain juga saya nulis ga jelas kayak gini? entahlah. lagi galau mungkin. lagi pingin curhat juga tapi nggak tau ke siapa. makasih aja deh kalo udah baca. :)

hoedere:

mol-bay:

what in the fuck does my sister think she’s doing?

god’s work

(via thefuuuucomics)

“There is a lesson you will learn: sometimes you must go back a turn.” - Jumanji (1995)

(via idobelieveinfairy)

averousi276:

kuntawiaji:

Palembang, Balikpapan, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar.

Lho Surabaya ga livable yah .-.

Kayaknya cuma gara-gara Surabaya panas jadi nggak livable -_-